Moccasin adalah sepatu warisan budaya penduduk asli Amerika alias suku Indian. Ciri-ciri jenis sepatu ini adalah terbuat dari kulit, bentuknya cenderung tidak kaku, tanpa hak, serta strukturnya sederhana sekali, yaitu terdiri dari sebuah sol di bagian bawah dan 1-2 lembar kulit di bagian samping, dengan ikatan / jahitan di bagian atas.
![]() |
| (sumber gambar : nativetech.org) |
Pada jaman dahulu, kulit yang digunakan adalah kulit rusa. Konon orang-orang Indian menggunakan moccasin untuk melindungi kaki dari udara dingin, oleh karena itu di bagian pergelangan kaki seringkali ditambahkan bulu atau lapisan kulit tambahan. Sepatu ini secara simbolis juga digunakan sebagai penanda yang membedakan sebuah suku dengan suku yang lainnya, mungkin karena inilah di permukaan sepatu ini sering ditambahkan hiasan seperti sulaman atau manik-manik.
Sol sepatu mocassin didesain menurut lingkungan sekitar yang dialami orang Indian pada masa itu. Jenis moccasin yang bersol agak keras digunakan untuk menaiki gunung, tebing, gurun dan medan yang sulit lainnya. Sedangkan jenis moccasin yang bersol lunak digunakan untuk berjalan di medan ringan seperti hutan. Secara filosofis, bahan sepatu yang relatif lunak ini juga merupakan simbol kesatuan dengan alam, yaitu agar orang yang memakai sepatu ini tetap merasakan / menghayati bumi tempat mereka berpijak.
![]() |
| (sumber gambar : moccasinhouse.com) |
Sol sepatu mocassin didesain menurut lingkungan sekitar yang dialami orang Indian pada masa itu. Jenis moccasin yang bersol agak keras digunakan untuk menaiki gunung, tebing, gurun dan medan yang sulit lainnya. Sedangkan jenis moccasin yang bersol lunak digunakan untuk berjalan di medan ringan seperti hutan. Secara filosofis, bahan sepatu yang relatif lunak ini juga merupakan simbol kesatuan dengan alam, yaitu agar orang yang memakai sepatu ini tetap merasakan / menghayati bumi tempat mereka berpijak.
![]() |
| Suede Mocassin by Monitally |
![]() |
| Fur Mocassin Boot by D-Squared |
![]() |
| Mocassin by A.P.C. |
![]() |
| Mocassin by Tom Ford |
![]() |
| Mocassin Collection by Hobo |
![]() | ||
| Mocassin Double Ring By Camper Spanish |
(sumber gambar highsnobiety.com)
Pada saat ini, berbagai ‘keturunan’ sepatu moccasin telah berkembang mengikuti trend dan jaman. Budaya penduduk asli Amerika ini menyebar-luas ke berbagai penjuru dunia. Model, bahan dan jahitannya pun bervariasi mengikuti kreatifitas para produsen sepatu. Yang pasti, semua sepatu mocassin modern itu masih tetap mewarisi karakter budaya orang Indian kuno, yaitu sebuah konsep desain alas kaki yang hangat, primitif dan bersahaja.
BlokF.com
![]() |
| The Raveonettes for 50-th Anniversary of Dr Martens |
Sepertinya di Indonesia tidak banyak yang tahu mengenai grup The Raveonettes, padahal grup ini cukup nendang di luar negeri. Buktinya brand sepatu boot legendaris kelas dunia, Dr Martens mengajak mereka berkolaborasi. Dalam rangka merayakan event ulang tahunnya yang ke-50, Dr Martens mengajak berbagai musisi cutting-edge untuk meng-cover lagu klasik yang sekiranya mewakili spirit para pemakai boot Dr Martens selama setengah abad perjalanannya, dan The Raveonettes adalah salah satu artist yang terpilih.
Di bawah bendera proyek '50-th anniversary Dr Martens', duo asal Amrik ini menggarap cover version dari lagu 'I Wanna Be Adored' milik salah satu legenda musik Brit-pop, Stone Roses. Video 'I Wanna Be Adored' menyebar di internet dan single mp3 -nya bisa didownload gratis di website 50-th Annivesary Dr Martens.


Sesuai dengan lagunya yang bercerita tentang persahabatan, video klip ini menampilkan interaksi aneh antara seorang gadis muda dengan seorang nenek. Mereka terus muncul dalam berbagai scene, berkeliling melakukan hal-hal absurd di sebuah kota. Sang nenek tua terlihat nyentrik dan atraktif dalam busana vintage-nya. Scarf orange, kacamata hitam, lipstik merah serta motif pixel di sack-dress-nya rasanya justru lebih mencuri perhatian dibanding sepatu boot docmart warna hijau gelap yang membuka dan mengakhiri video klip ini ..
The Raveonettes covers Stone Roses - I Wanna Be Adored
for 50-th anniversary Dr Martens.
Video directed by Cass Bird - Molly Schiot
related article:











